ABSTRAK
Buku ini menyajikan kerangka komprehensif tentang perancangan, pembangunan, dan pengelolaan sistem rantai pasokan terintegrasi untuk jaringan minimarket dan ekosistem UMKM, mulai dari sumber produksi hingga titik ritel. Pembahasan dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan holistik dengan menggabungkan pendekatan konseptual, matematis, rekayasa sistem, serta praktik operasional lapangan. Fokus utama buku adalah bagaimana strategi pembelian partai besar (kulakan), desain pergudangan, jaringan distribusi, dan mekanisme penetapan harga retail dapat diorkestrasi menjadi satu sistem terpadu yang efisien, transparan, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Materi mencakup fondasi teori rantai pasokan, arsitektur jaringan distribusi multi-level, model hubungan pabrik–distributor–gudang–minimarket–UMKM, serta integrasi data dan teknologi digital. Dibahas pula model matematis penentuan harga, simulasi biaya logistik, algoritma reorder point, safety stock, dan mesin keputusan operasional berbasis indikator kinerja. Buku ini menguraikan perbandingan berbagai model distribusi, analisis thesis–antithesis–sintesis strategi sentralisasi vs desentralisasi, serta pendekatan kotak hitam dan kotak kaca dalam audit sistem.
Selain aspek teknis, buku juga membahas tata kelola, transparansi, akuntabilitas, resolusi konflik antar-node, manajemen risiko, dan protokol ketahanan krisis pasokan. Disajikan pula blueprint implementasi bertahap, roadmap transformasi lima tingkat kematangan sistem, standar SOP operasional, desain dashboard pengendalian, serta model kemitraan pembiayaan dan integrasi UMKM ke jaringan ritel modern.
Hasil sintesis menunjukkan bahwa keunggulan jaringan minimarket modern tidak semata ditentukan oleh harga beli murah, tetapi oleh integrasi sistem, kecepatan aliran barang, kualitas data, disiplin proses, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan permintaan serta gangguan pasokan. Buku ini ditujukan sebagai panduan strategis dan operasional bagi pelaku usaha ritel, pengelola distribusi, koperasi, UMKM, peneliti, dan pengambil kebijakan yang ingin membangun sistem distribusi yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan dalam skala lokal hingga nasional.

